Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Sore ini jalan raya Gendoh menuju Desa Sragi untuk sementara dialihkan karena ada kegiatan parade sound system yang lebih tranding disebut sound HOREG. Ada sekira 20 sound HOREG bikin senam jantung warga Desa Sragi. Menjadi tontonan menarik karena parade akan dibumbui kreasi seni tari/joget yang pada pos-pos tertentu menampilkan atraksi hibur masyarakat.
Pantauan media ada sisi manfaat yang luar biasa dari moment parade sound HOREG dalam merayakan Hari Jadi Desa Sragi (HARJASA) Ke -123 ini. Selain menjadi tontonan gratis, menjadi berkah bagi ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baik dalam maupun luar desa Sragi. Terlihat di sepanjang ruas jalan rute parade sound, berdiri lapak-lapak UMKM yang mejual ragam kuliner dan pernak-pernik untuk pengunjung.
Parade sound HOREG dilepas oleh Hartono, SH selaku Kepala Desa Sragi. Sebelum pelepasan, Wakil Ketua BPD Sragi H. Samsul Qomari, berpesan kepada semua peserta untuk tetap menjaga kesopanan dan norma sosial keagamaan. Berharap agar parade sound HOREG berjalan dengan baik dan benar-benar menjadi hiburan yang enak ditonton serta bisa dinikmati oleh masyarakat.
Sementara Hartono selaku Kepala Desa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Panitia penyelenggara, BPD, dan tim keamanan baik dari TNI/POLRI (Koramil/Polsek Songgon) serta Linmas. Yang telah mendukung demi terlaksananya rangkaian kegiatan-kegiatan dalam rangka merayakan Hari Jadi Desa Sragi (HARJASA) ke – 123.
Hartono juga menghimbau kepada seluruh peserta di sepanjang berjalannya kegiatan untuk bertanggung jawab saling menjaga ketertiban dan keamanan. Mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama Panitia, tidak terpangaruh oleh suara-suara miring dari luar. Kata Hartono, kalau pada pelaksanaan parade sound HOREG kali ini bagus aman terkendali, maka tak menutup kemungkinan tahun depan bisa digelar lagi.
“Saya berharap kepada semua peserta juga panitia, agar kegiatan konvoi sound berjalan dengan baik, aman terkendali dan bisa menghihur masyarakat. Maka tak menutup kemungkinan tahun berikutnya masyarakat Sragi akan mengijinkan diadakan lagi. Kegiatan ini bukan battle sound yang harus bersaing power atau frekuensi suara sound, juga bukan adu gengsi, kegiatan ini murni digagas oleh pemuda Sragi dalam rangka menghibur masyarakat”, harap dan ungkapnya.
Kepada Panitia Kades Hartono juga meminta untuk kendalikan kegiatan sebaik dan setertib mungkin. Ia juga menyarangkan peserta, hendaknya sound system dihentikan bila terdengar suara adzan saat di perjalanan. Sedikit ditegasi oleh Hartono, bila dalam perjalanan ada peserta menyalahi aturan yang sudah disepakati bersama, maka tak segan-segan untuk memberhentikannya.
Memastikan jalannya parade sound HOREG berjalan lancar di sepanjang rute, terlibat pengamanan personil Polsek Songgon, Koramil Songgon, Trantib, dan Linmas Desa Sragi. Start pemberangkatan dari jalan tepil Dusun Kendal dan finish di lapangan Sragi. Peserta pertama baru memasuki garis finish pada sekira pukul : 18.30 Wib. Pergerakan terpantau lamban namun warga Sragi sangat terhibur karena peserta suguhkan tontonan menarik di sepanjang rute sekira 5 Km.
Menariknya, warga Sragi sepertinya tidak mau ketinggalan moment meriah tersebut. Sedari pelepasan oleh Kades sejak pukul : 15.00 Wib hingga malam hari ribuan warga Sragi bertahan. Di kanan kiri jalan raya Desa Sragi hampir tidak ada celah dipadati warga dan lapak-lapak UMKM. Di panggung kehormatan/finish tampak kehadiran Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono, SH memantau jalannya kegiatan.
Pada setiap perfome di depan panggung kehormatan/finish, terdengar dari ucapan terima kasih dari peserta ditujukan kepada Panitia juga Pemerintah Desa Sragi. Bahkan ada yang secara khusus sampaikan kue ulang tahu Hari Jadi Desa Sragi (HARJASA) Ke – 123, sembari nyanyikan lagu happy bady minta Kepala Desa tiup lilinnya. (r35).






