Polsek Singojuruh Tasyakuran Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke – 80, Santuni Anak Yatim & Duafa

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Setiap tanggal 1 Juli Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) memperingati Hari Bhayangkara, karena di tanggal dan bulan itu kelahirannya. Di tahun ini 1 Juli 2026 yang jatuh pada hari Rabu merupakan peringatan lahirnya Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) yang ke-80. Untuk merayakannya telah ditetapkan tema dan logo Hari Bhayangkara 2026 yang mengandung makna serta filosofi mendalam yaitu “80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat”.

Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke – 80 itu, Kamis 2 Juli 2026, Polsek Singojuruh mengadakan acara tasyakuran. Dihadirkan dalam acara tersebut diantaranya Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si beserta staf, Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf. Misdari beserta anggota, Kepala KUA, Korwilker Satdik, Kades se Kecamatan Singojuruh, Senkom, dan Pramuka Bhayangkara.

Bacaan Lainnya

Tak ketinggalan sebagai tamu undangan juga dihadirkan dari unsur organisasi keagamaan dan kemasyarakatan diantaranya Ketua MUI Singojuruh, Ketua MWC NU Singojuruh, Ketua PD Muhammadiyah, dan pengurus organisasi Pencak Silat (PSHT dan IKSPI Kera Sakti) serta sejumlah Kepala Sekolah dan stakeholder se wilayah Kecamatan Singojuruh.

Acara tasyakuran hari Bhayangkara ke – 80 oleh Polsek Singojuruh, untum mempertebal manfaat tasyakuran diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan duafa. Secara simbolis penyerahan santunan disampaikan oleh Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH, Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf. Misdari, dan Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH selaku yang empunya hajat dalam sambutan penghormatannya. Menyampaikan bahwa, pada peringatan hari Bhayangkara ke – 80 tahun ini, mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat”. Disebutnya, usia 80 tahun kalau ukuran manusia adalah usia yang sudah cukup matang, arti kata lain Polisi sudah cukup lama mengabdi kepada masyarakat.

Sekilas diceritakan bahwa, Polisi sudah ada sejak jaman kejayaan kerajaan Majapahit dengan Maha Patihnya bernama Gajah Mada. Gajah Mada di masa kerajaan Majapahit memiliki pasukan elit yang dinamakan pasukan Bhayangkara. Makanya kata Kapolsek, dalam kepolisian ada salah satu prinsip dalam menjalankan tugas yaitu “Satya Haprabu” artinya setia kepada pemimpin negara.

Sehubungan dengan Polsek Singojuruh, pada kesempatan tersebut diakuinya oleh AKP Acmad Rudy, SH, bahwa dengan dinamika sosial dan situasi kondisi yang berkembang pada saat ini. Polsek Singojuruh belum bisa memenuhi harapan banyak kepada masyarakat. Karena memang tugas Polisi dalam menjaga paradaban di masyarakat tak lepas dari pengaruh situasi kondisi sosial politik dan ekonomi masyarakat.

“Kami sebagai Kapolsek Singojuruh menyadari, bahwa tanpa kerjasama dan dukungan dari teman-teman semua terutama dari TNI, serta semua elemen tokoh masyarakat dan tokoh agama, kami tidak ada apa-apanya. Tanpa kerjasama dengan baik Polisi tidak akan bisa mewujudkan tugas dengan sebaik-baiknya. Maka di usia ke 80 tahu ini, kami berharap kerjasamanya dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia yang salah satunya adalah menjaga peradaban masyarakat yaitu yang aman damai dan sejahtera”, pungkasnya.

Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si dalam sambutannya katakan, bahwa 80 tahun pengabdian Polri tidak muda lagi. Ia berharap ke depan sinergi dan kolaborasi antar Forpimka yang selama ini sudah terbangun. Menjadi lebih kuat dan berjalan dengan baik demi membangun Kecamatan Singojuruh lebih lebih

“Kami dari Pemerintahan Kecamatan Singojuruh, mengucapkan apresiasi yang luar biasa kepada Polsek Singojuruh. Yang mana selama ini telah bekerjasama menjaga kondusifitas sehingga Singojuruh sampai saat ini dalam situasi yang aman dan terkendali”, ungkapnya.

Selanjutnya Camat Iwan Yos mengajak semua elemen di Kecamatan Singojuruh untuk membantu TNI/Polri dalam menjalankan tugasnya demi keamanan dan kenyamanan di Kecamatan Singojuruh. Karena Pemerintah Kecamatan Singojuruh saat ini punya jargon yaitu Singojuruh Bisa artinya Singojuruh yang “Bersih, Iman Inovatif, Sehat, dan Aman”. Camat doakan semoga Polri ke depan dalam tugasnya benar-benar untuk masyarakat dan semakin dicintai oleh masyarakat.

Danramil Singojuruh Kapten Inf. Misdari, di kesempatan yang sama mengatakan, Polri sudah 80 tahun mengabdi untuk masyarakat. Kalau ukuran umurnya ummat Nabi Muhammad yang umumnya hanya 63 tahun berarti bonusnya sudah banyak. Danramil berharap ke depan Polri lebih amanah, karena tanggung jawab tugas sebagai pimpinan di dunia, juga akan dipertanggung jawabkan di akhirat.

“Semoga tanggung jawab dan tugas Polri yang berat bisa dilalui dengan baik, dan atas nama jajaran TNI Koramil Singojuruh. Diucapkan dirgahayu Bhayangkara yang ke – 80, mudah-mudahan semakin dicintai oleh masyarakat”, ucapnya.

Perwakilan Kepala Desa H. Mura’i Ahmad, SE., SH., MH
Mura’i Ahmad menggarisbawahi penyampaian sebelumnya tentang usia Polri yang sudah 80 tahun tidak muda lagi. Kata Mura’i Ahmad usia Polri boleh tua tapi semangat untuk mengabdi kepada masyarakat, negara, dan bangsa masih tetap strong 100 %. Selanjutnya kata H. Mura’i Ahmad, kebersamaan harus dijaga bersama, apapun yang ada di Kecamatan Singojuruh milik bersama dan tanggung jawab bersama.

“Ada permasalahan sekecil apapun di Kecamatan Singojuruh hendaknya bisa diselesaikan bersama. Karena para tokoh dan orang tua kita sudah mengajari, bahwa inilah pendidikan moral yang baik yang sebutan lainnya adalah adab. Dalam kehidupan manusia kedudukan adab lebih tinggi di atas ilmu. Maka kalau orang berilmu hendaknya adabnya ditinggikan atau diutamakan. Sehingga hal apapun di Singojuruh ada yang salah, kita selesaikan secara kekeluargaan dan beradab”, lontarnya.

H. Mura’i Ahmad juga mengapresiasi kinerja Polri khususnya Polsek Singojuruh, disebutnya komunikasi dan koordinasi dengan Kepala Desa selama ini dirasakan nyaman dan berjalan baik. Lanjut H. Mura’i Ahmad mengajak semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Saling mengisi satu sama lain, tidak saling cari kelemahan, karena agama islam selalu mengajarkan kebaikan agar mencapai rahmatan lil alamiin.

Sebagai penyejuk rohani, Polsek Singojuruh sengaja hadirkan penceramah KH. Muafi Aliwafa Pengasuh Ponpes Al-Muayyad Gumirih. Yang mana dalam tauziahnya, KH. Muafi Aliwafa menjelaskan tentang keutamaan menuntut ilmu, dan kemuliaan orang tua terutama seorang ibu. Pasalnya setinggi apapun status sosial dan kedudukan seseorang, hendaknya untuk tetap hormat dan memuliakan orang tuanya. (35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *