Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) Serukan Penghentian MBG dan Kembalikan Sekolah pada Fungsi Utamanya

KABAROPOSISI|Blora — Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) menyuarakan sikap kritis terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama dari sisi keamanan makanan, dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar, serta pengawasan pelaksanaannya.

Melalui sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada publik, MPPA menegaskan bahwa keselamatan, kenyamanan, dan masa depan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Salah satu tuntutan utama MPPA adalah menghentikan pelaksanaan MBG sampai seluruh aspek keamanan, kualitas makanan, kompetensi penyedia, serta mekanisme pengawasan benar-benar dapat dipastikan.

“Jangan pertaruhkan kesehatan anak. Program untuk anak harus benar-benar aman, bergizi, transparan, dan bertanggung jawab.”

Selain persoalan MBG, MPPA juga menyerukan agar sekolah dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai tempat belajar dan mengajar.

MPPA menilai lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman, tenang, nyaman, dan kondusif, sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi mendapatkan pendidikan tanpa terganggu oleh kepentingan atau kegiatan lain yang tidak berkaitan langsung dengan proses pembelajaran.

7 Tuntutan MPPA, Dalam materi pernyataannya, MPPA menyampaikan tujuh tuntutan utama:

1. Kembalikan sekolah pada fungsi utamanya sebagai tempat belajar dan mengajar.

2. Ciptakan sekolah yang aman, tenang, dan nyaman bagi peserta didik.

3. Hentikan SPPG yang tidak kompeten dan pastikan pengelolaan makanan memenuhi standar keamanan.

4. Jamin makanan MBG yang aman dan bergizi bagi anak.

5. Perketat pengawasan SPPG agar transparan, profesional, dan bertanggung jawab.

6. Libatkan orang tua dan masyarakat dalam pengawasan kebijakan yang menyangkut anak.

7. Utamakan keselamatan dan masa depan anak, karena pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa.

MPPA juga menegaskan bahwa suara orang tua tidak boleh diabaikan dalam setiap kebijakan yang menyangkut kehidupan dan pendidikan anak.

“Sekolah tenang, anak senang. Anak sehat, pendidikan hebat. Jangan pertaruhkan anak. Lindungi anak.” menjadi pesan yang ditekankan dalam seruan tersebut.

MPPA berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait membuka ruang dialog, evaluasi, dan pengawasan publik agar kebijakan pendidikan dan program yang menyasar anak benar-benar berjalan untuk kepentingan terbaik peserta didik.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *