Pengukuhan PKB, Ahmad Baharudin Tekankan Sinergi dan Ali Munib Tegaskan Komitmen Kerja Nyata

KABAROPOSISI.NET|Tulungagung — Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendorong Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKB Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2031 di Hall Yudistira Barata, Tulungagung, Minggu (4/10/2026).

Atas nama Pemkab Tulungagung dan pribadi, Ahmad menyampaikan apresiasi kepada DPC PKB atas terselenggaranya pengukuhan serta dedikasi dan kinerja politik yang telah dilakukan selama ini.

Bacaan Lainnya

“PKB telah terbukti menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal aspirasi masyarakat serta menjaga stabilitas sosial dan politik di Bumi Gayatri,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pengukuhan kepengurusan baru bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan. Politik yang sehat, katanya, harus mengedepankan persaudaraan dan kepentingan masyarakat.

“Politik yang sehat adalah politik yang mengedepankan persaudaraan. Saya melihat PKB senantiasa menjaga nilai-nilai tersebut demi kepentingan yang lebih besar, yakni kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya masukan konstruktif dan dukungan partai politik agar kebijakan pembangunan dapat berjalan tepat sasaran. “Mari kita satukan visi, mempererat kerja sama, dan berkolaborasi secara nyata untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran demi kemajuan Tulungagung,” katanya.

Kepada kader PKB periode 2026–2031, Ahmad berharap mereka menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus jembatan aspirasi masyarakat yang responsif. Kader diminta hadir di tengah masyarakat, mendengarkan dan memperjuangkan kebutuhan rakyat, serta melahirkan ide dan inovasi di sektor UMKM, pertanian, dan pariwisata untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Ahmad juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dan harmoni sosial. Sebagai partai yang lahir dari rahim ulama, kader PKB diharapkan menjadi teladan dalam merawat toleransi dan kerukunan antar warga. “Stabilitas daerah adalah modal utama dalam melaksanakan pembangunan,” ucapnya.

Di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, ia berharap kader PKB aktif dalam program edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar tercipta generasi Tulungagung yang unggul, kompetitif, dan berakhlakul karimah.

Sementara itu, Ketua DPC PKB

Kabupaten Tulungagung Ali Munib menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial pergantian nama di papan pengurus. “Ini adalah perjanjian baru: perjanjian untuk bekerja lebih keras, lebih dekat, dan lebih tulus kepada rakyat. PKB lahir dari rahim kesadaran untuk mengembalikan kemuliaan politik yang beradab, politik yang memanusiakan manusia, politik yang berpihak pada yang lemah, dan politik yang berakar pada nilai-nilai luhur kebangsaan serta kerakyatan,” ujarnya.

Pada masa bakti 2026–2031, Ali Munib mengajak seluruh pengurus memperkuat lima poin utama. Pertama,

memperkokoh struktur dari akar dengan memadatkan kepengurusan dari DPC, PAC, hingga Ranting dan Desa di 19 kecamatan secara menyeluruh. “Organisasi tidak boleh hanya kuat di atas kertas, tetapi harus hidup, bergerak, dan melayani di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kedua, menjadikan pelayanan rakyat sebagai napas perjuangan. Program “Hari Fraksi” akan dilanjutkan, dan pengurus diminta membuka diri setiap saat bagi warga. “PKB harus menjadi rumah tempat warga mencari solusi, bukan sekadar tamu yang datang saat musim pemilu. Hadir di saat susah, hadir di saat gembira—itulah wajah asli PKB,” katanya.

Ketiga, menyiapkan kemenangan menuju Pemilu 2029. Saat ini PKB memegang sembilan kursi di DPRD. Target ke depan minimal 11 kursi. “Itu bukan angka semata, melainkan cerminan kepercayaan rakyat yang harus kita perjuangkan dengan kerja nyata,” ujar Ali Munib.

Keempat, menjaga persatuan dan melestarikan budaya damai. Sebagai partai yang lahir dari kearifan pesantren, PKB harus menjadi teladan toleransi dan kerukunan. “Persaudaraan lebih tinggi daripada kepentingan kelompok. Kekompakan kita adalah kekuatan terbesar kita,” tegasnya.

Kelima, memberi ruang bagi kader muda. Regenerasi bukan sekadar istilah. Pemuda Tulungagung harus diberi tempat, kesempatan, dan kepercayaan untuk memimpin. “Masa depan partai ada di tangan mereka. Kita akan membina kader yang cerdas, berakhlak, berani, dan rendah hati,” tambahnya.

Ali Munib mengakui bahwa kepemimpinan tidak bisa dijalankan sendirian. Ia membutuhkan dukungan Dewan Syuro, jajaran Tanfidz, serta seluruh kader di lapangan. “Mari kita bahu-membahu, saling menguatkan, saling melengkapi, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ajaknya.

Kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Ali Munib berjanji menjadikan PKB sebagai mitra konstruktif. “Kami akan mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat, mengkritisi yang kurang tepat, dan mendukung yang membawa kesejahteraan,” pungkasnya.

(Hanik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *