HSN, MWC NU Singojuruh Gelar Kegiatan Ziarah Mu’assis

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Singojuruh menggelar kegiatan Ziarah Mu’assis, Selasa 20 Oktober 2026.

Kegiatan ziarah ini menyasar lima makam ulama pendiri, penggerak, dan pejuang NU di wilayah Kecamatan Singojuruh dan sekitarnya. Sebagai wujud penghormatan dan upaya meneladani perjuangan para Mu’assis.

Star sekira pukul 14.30 WIB, Rombongan Ziarah Mu’assis diawali dari Makam KH. Abdullah Faqih Cemoro di Desa Balak, Kecamatan Songgon. Kegiatan diawali dengan sholat Ashar berjamaah di Masjid sekitar area Makam.

Dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan mengulas sekilas jejak rekam perjuangan KH. Abdullah Faqih Cemoro dalam menyebarkan syiar Islam, merintis pendidikan pesantren, dan perjuangan kemerdekaan.

Usai dari Desa Balak Kecamatan Songgon, rombongan bergerak menuju wilayah Kecamatan Singojuruh. Ziarah kedua ke Makam KH. Abdullah Hasbullah, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh. Kemudian dilanjutkan ke Makam KH. Abdus Syukur Rampan, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh.

Perjalanan berlanjut ke Makam KH. Munawir Dusun Kedung Liwung, Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, dan Makam Kyai Nur Rosyid, Dusun Sere, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh.

Sebagai penutup rangkaian Ziarah Mu’assis berakhir di Pondok Pesantren Al Muayyad, Dusun Gayam, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Di lokasi tersebut, rombongan menggelar doa penutup dan ramah tamah bersama pengasuh pondok.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) MWC NU Singojuruh H. Laily Safa’at menyampaikan bahwa ziarah mu’assis bukan sekadar tradisi. Namun menjadi momentum penting bagi santri masa kini untuk tidak melupakan akar perjuangan.

“Ziarah ini adalah cara kami yang mengakar. Santri hari ini harus tahu siapa yang merintis, siapa yang berjuang. Dari merekalah Islam yang ramah dan tradisi pesantren bisa bertahan sampai sekarang. Semangat inilah yang kami bawa di Hari Santri tahu ini,” ujarnya.

Ketua Panitia H. Laily Safa’at MWC NU Singojuruh berharap semangat perjuangan para Mu’assis dapat menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi membangun negeri. Tertanam kuat jiwa kebangsaan dengan semangat Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta tanah adalah sebagian daripada iman), dan komitmen menjaga keutuhan NKRI. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *