KABAROPOSISI.NET|Blora – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Temanggung ke-192 yang diperingati pada 10 November 2026, Bupati Temanggung Agus Setyawan, S.E., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan ziarah ke makam mantan Bupati Temanggung ke-18 periode 1993–2003, almarhum Drs. H. Sardjono, S.H., C.N., di Dukuh Gabusan, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Kamis malam (5/11/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman beserta sejumlah kepala OPD dan keluarga almarhum.
Setibanya di lokasi pemakaman, kedua kepala daerah bersama rombongan melaksanakan tahlil dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara almarhum Drs. H. Sardjono serta sejumlah makam anggota keluarga yang berada di kompleks pemakaman tersebut. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama memimpin Kabupaten Temanggung.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Temanggung ke-192 sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Menurutnya, almarhum Drs. H. Sardjono telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Temanggung selama dua periode kepemimpinannya sehingga jasa-jasanya patut dikenang dan didoakan.
“Kami mendoakan semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Apa yang telah beliau dedikasikan untuk Kabupaten Temanggung selama 10 tahun menjadi amal kebaikan yang terus dikenang masyarakat,” ujar Agus.
Agus juga mengenang kedekatan pribadi keluarganya dengan almarhum. Ia menuturkan, semasa hidup Drs. H. Sardjono pernah membantu mengurus berbagai keperluan administrasi keberangkatan haji ayahnya hingga akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci. Karena itu, ziarah ke makam almarhum selalu menjadi agenda yang paling berkesan dalam setiap rangkaian Hari Jadi Kabupaten Temanggung. Selain di Blora, pihaknya juga rutin berziarah ke makam para mantan bupati yang dimakamkan di Jakarta, Tegal, maupun daerah lainnya.
Lebih lanjut, Agus menyebut jejak kepemimpinan almarhum masih dapat dirasakan hingga kini. Salah satunya melalui penggunaan kayu jati asal Blora yang menjadi bagian dari pembangunan sejumlah gedung penting di Temanggung, seperti Pendopo Pengayoman, rumah dinas bupati, gedung DPRD, hingga kompleks Sekretariat Daerah yang dibangun atas inisiasi Drs. H. Sardjono.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik tradisi ziarah yang terus dilestarikan Pemerintah Kabupaten Temanggung. Menurutnya, hubungan kedua daerah memiliki ikatan sejarah yang kuat dan layak terus dipererat melalui silaturahmi serta kerja sama di berbagai sektor, termasuk pengembangan komoditas tembakau. Arief juga mengungkapkan bahwa menjelang Hari Jadi Kabupaten Blora, pihaknya berencana melakukan ziarah balasan ke Temanggung untuk mengunjungi makam almarhum H. Soemarno Tjokro Saputro, Bupati Blora periode 1979–1989 yang dimakamkan di daerah tersebut. Ia berharap hubungan historis kedua kabupaten dapat menjadi landasan lahirnya sinergi pembangunan yang saling menguntungkan. (GaS)






