Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Anggota DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, mendukung percepatan perbaikan dan pelebaran jalan provinsi di wilayah Banyuwangi, termasuk ruas Purwoharjo, Glagah Agung, dan Singojuruh.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi warga.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu meminta masyarakat memahami bahwa proses perbaikan jalan terkadang menimbulkan ketidaknyamanan, seperti perjalanan yang melambat maupun gangguan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Namun, kondisi tersebut hanya bersifat sementara demi meningkatkan kualitas jalan agar lebih aman dan nyaman digunakan.
“Kalau ada perbaikan jalan, tentu ada sedikit ketidaknyamanan. Saya berharap masyarakat bisa memahami karena ini hanya sementara. Setelah selesai, manfaatnya akan dirasakan bersama,” ujar dr Agung.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu menegaskan, perbaikan jalan harus diimbangi dengan respons cepat terhadap kerusakan yang dikeluhkan masyarakat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan agar setiap laporan kerusakan segera ditindaklanjuti.
“Jika ada ruas jalan yang rusak, saya bersama Kepala UPT berkomitmen agar dalam tiga hari sudah ada penanganan. Jangan sampai kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Politisi senior kelahiran Banyuwangi itu mengatakan, jalan merupakan infrastruktur penting yang menunjang berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari mobilitas harian, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas perdagangan dan jasa.
Karena itu, ia mendorong koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten agar pembangunan maupun pemeliharaan jalan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan penganggaran dan pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan terlaksana dengan baik.
Perbaikan Jalan Ditargetkan Rampung Desember
Sejumlah pekerjaan peningkatan jalan di Banyuwangi menjadi perhatian, termasuk pelebaran dan perbaikan ruas Purwoharjo menuju Karetan serta ruas Jatirejo arah Tegaldlimo.
Dokter Agung berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada Desember mendatang. Dengan begitu, masyarakat bisa segera menikmati jalan yang lebih baik untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari kualitas hasil pengerjaan dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pengawasan selama pelaksanaan proyek, lanjutnya, perlu dilakukan secara berkala. Apabila ditemukan kerusakan atau kendala di lapangan, pihak terkait harus segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya.
Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Benculuk-Tegaldlimo
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Banyuwangi, Dinas PU Bina Marga, menggelar konsultasi publik di Balai Desa Karetan, Banyuwangi, Rabu (28/10/2026).
Forum tersebut membahas paket pekerjaan pelebaran jalan pada ruas Benculuk-Glagah Agung-Tegaldlimo yang mencakup Link 35.048 dan 35.050.
Kegiatan itu melibatkan unsur Forkopimcam Purwoharjo, perangkat Desa Karetan, Glagah Agung dan Purwoharjo, instansi teknis, serta penyedia layanan utilitas, termasuk PUDAM dan Telkom.
Konsultasi publik menjadi bagian dari koordinasi untuk membahas kebutuhan teknis dan kesiapan pelaksanaan pekerjaan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membantu mengantisipasi kendala di lapangan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat sekitar.
Dokter Agung berharap masyarakat dan seluruh pihak terkait dapat saling mendukung selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pelaksana proyek, pemerintah, dan warga penting agar pekerjaan berjalan lancar.
“Yang terpenting, pekerjaan berjalan dengan baik dan kerusakan jalan segera ditangani. Kalau ada laporan jalan rusak, saya bersama Kepala UPT berupaya memastikan dalam tiga hari sudah ada penanganan,” pungkasnya. (*Ktb)






