KABAROPOSISI.NET|Magetan – Erosi yang mengikis pondasi sungai menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga maupun infrastruktur di sekitarnya. Kondisi tersebut umumnya dipicu tingginya debit air saat musim hujan dan perubahan alur sungai yang menyebabkan penggerusan bantaran secara terus-menerus. Warga pun berharap penanganan segera dilakukan sebelum terjadi longsor yang dapat membahayakan permukiman.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Sungai Gandong, tepatnya di Jalan Jambu, RT 01 RW 11, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan. Pengikisan pondasi sungai di lokasi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena posisinya sangat dekat dengan rumah-rumah warga.
Gunawan, warga yang rumahnya berada di tepi Sungai Gandong, mengaku kerusakan tersebut telah berlangsung hampir tiga tahun tanpa adanya perbaikan. Menurutnya, kondisi itu terus memburuk dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
“Sudah hampir tiga tahun belum ada perbaikan. Lama-lama bisa membahayakan warga sekitar,” ujar Gunawan kepada media ini.
Ia menambahkan, datangnya musim penghujan dikhawatirkan akan memperparah pengikisan pondasi sungai. Jika dibiarkan, arus sungai berpotensi terus menggerus bantaran hingga menyebabkan ambrol yang dapat merusak rumah maupun fasilitas di sekitarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, media ini mengonfirmasi kepada Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi. Ia membenarkan bahwa ruas Sungai Gandong di lokasi tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo. “Benar, itu wilayah BBWS Solo,” katanya.
Atas kondisi tersebut, warga berharap BBWS Solo segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak semakin meluas. Selain melindungi permukiman warga, langkah cepat juga dinilai penting untuk mencegah risiko longsor dan menjaga keamanan lingkungan menjelang meningkatnya intensitas hujan pada musim penghujan. (pri⁹⁹)






