Optimalkan Pencegahan & Penanganan Stunting, Ko. UPTD PKM Singojuruh Gagas Inovasi Gempita Ceting

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Koordinator UPTD Puskesmas Singojuruh H. Ahmad Kundori sepertinya tak kehabisan ide dan gagasan untuk mendukung sukses Pemerintah menurunkan angka stunting. Beberapa waktu sebelumnya H. Ahmad Kundori berinovasi program yang dinamakan program Umberbumil, kali ini muncul inovasi baru dengan sebutan nama program Gempita Ceting.

Ko. UPTD Puskesmas yang satu ini sepengetahuan awak media tak kenal lelah, mulai dari saat penanganan covid 19 sampai soal penanganan stunting yang sekarang jadi perhatian serius Pemerintah. Pada Rakor Evaluasi Kinerja Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKS) di Pendopo Kecamatan Singojuruh Rabu 21/6/2023, H. Ahmad Kundori sekilas paparkan inovasinya yang terbaru yaitu Gempita Ceting.

Sebagaimana disampaikan H. Ahmad Kundori kepada awak media bahwa yang dimaksut Inovasi Gempita Ceting adalah Gerakan Peduli Balita Stunting. Inovasi tersebut diangkat sebagai upaya Puskesmas Singojuruh dalam menangani dan mencegah Stunting. Dijelaskan bahwa stunting adalah di mana pertumbuhan anak salah satunya tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya.

“Sebelumnya sebagai permulaan dari program penanganan stunting di wilayah Kecamatan Singojuruh, saya lakukan inovasi Uberbumil. Dimaksutkan agar kita secara dini mendeteksi calon bayi dari ibu-ibu yang hamil baik dari tingkat kesuburan kehamilan, kesehatan kesehatan kehamilan ibu, kehamilan dalam resiko tinggi dan tidaknya. Kita juga mengetahui sejauh mana tingkat kesadaran ibu-ibu melakukan pemeriksaan kehamilannya, apa yang seharusnya dikonsumsi ibu hamil dan asupan gizinya untuk bisa melahirkan bayi yang sehat dan tidak mengalami Stunting. Selain itu kita berupaya menekan angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi. Nah sebagai tindak lanjut dari inovasi Umberbumil itu maka kita susul dengan inovasi Gempita Ceting ini. Tentu apa yang akan kami lakukan pada inovasi Gempita Ceting ini adalah imbrio permasalahannya yang kita dapat dari inovasi Uberbumil tadi”, paparnya Rabu 21/6/2023.

Diurai juga terkait pola kerja yang akan dilakukan dalam melaksanakan inovasi Gempita Ceting diantaranya : 1. Lakukan identifikasi balita bermasalah termasuk balita stunting, 2. Konseling Gizi, 3. Berikan Penyuluhan, 4. Koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, 5. Pemberian Makanan Tambahan dengan melibatkan lintas sektor.

Masih bagian dari soal pencegahan dan penanganan stunting sebagaimana diurai sebelumnya, pada inovasi Gempita Ceting ada edukasi membudayakan kepada masyarakat untuk konsumsi Daun Kelor. Dipaparkan juga keunggulan dan manfaat konsumsi Daun Kelor. Yang mana Daun Kelor memiliki nilai gizi diantaranya kandungan Proteinnya 2 kali lebih banyak dari Yogurt, kandungan Potasiumnya 3 kali lebih banyak dari pisang, kandungan Vitamin A nya 4 kali lebih banyak dari Wortel, kandungan Kalsiumnya 17 kali lebih banyak dari Susu, kebutuhan Vitamin dan Mineral tercukupi.

Kenapa budaya konsumsi Daun Kelor jadi pilihan untuk mendukung inovasi Gempita Ceting..?, kata H. Kundori dari segi budaya masyarakat Kecamatan Singojuruh mayoritas suka mengkonsumsi Daun Kelor, di wilayah Kecamatan Singojuruh Daun Kelor mudah didapat dan murah. Namun kata H. Kundori untuk mencapai stabilitas kebutuhan Gizi dan Mineral harus tetap diimbangi dengan Protein Hewani sesuai kemampuan.

Sementara yang melatarbelakangi lahirnya inovasi Gempita Ceting adalah data Tahun 2021 per Agustus Balita Stunting 5,8 % Jumlah D/S 81,5 %, Tahun 2022 per Februari Balita Stunting 3,5 % Jumlah D/S 78,8 %, Tahun 2022 per Agustus Balita Stunting 2,0 % Jumlah D/S 78,4 %, Tahun 2022 per Desember Balita Stunting 2,3 % Jumlah D/S 67,3 %, dan Tahun 2023 per Februari Balita Stunting 4,5 % Jumlah D/S 83,6 %. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *