Infrastruktur Jalan Di Desa Bangunsari Banyak Yang Rusak Membahayakan Pengguna Jalan

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Keluhan masyarakat Kabupaten Banyuwangi tentang banyaknya infrastruktur jalan rusak, bisa dibilang sering kali warnai pemberitaan media. Cara penyampaian aspirasi masyarakat beragam, ada yang landai-landai saja. Adapula yang sedikit lebih tegas dengan cara aksi tanam pohon pisang pada badan jalan.

Tak menutup kemungkinan ada juga masyarakat desa yang memilih diam tak bersuara atau tak lakukan aksi protes. Karena mereka anggap bersuara bahkan lakukan aksi protes pun tak guna alias hasilnya sama yaitu tak dapat respon pula. Mungkin ini yang terjadi pada masyarakat Desa Bangunsari Kecamatan Songgon, meski jelas jalan Kabupaten di desanya banyak yang rusak parah.

Bacaan Lainnya

Sepengetahuan awak media kondisi infrastruktur jalan Kabupaten di Desa Bangunsari sudah lama mengalami kerusakan.

Di beberapa ruas jalan yang menuju kantor Desa, terlihat parah sekali kerusakannya dan membahayakan masyarakat yang butuh pelayanan. Yang mana menurut salah satu warga inisial “PM”, sudah sering kali terjadi warga alami kecelakaan.

Teng tingkungan turunan niku tiang pinten pun mas tibo, sepedahe rusak, awake bondas sedoyo. (Di tikungan yang menurun itu sudah berapa orang jatuh mas, sepedanya rusak, tubuhnya luka-luka”, tutur “PM” warga setempat Kamis 16 April 2026.

Lulut Budi Kurniawan Kepala Desa Bangunsari dikonfirmasi soal kondisi infrastruktur jalan di desanya kepada awak media menyampaikan.

“Apalagi yang bisa saya sampaikan mas, karena soal kerusakan jalan, kami Pemerintah Desa sudah sering mengusulkan perbaikan. Nyatanya sampai sekarang belum ada respon sama sekali. Kami Pemerintah Desa tidak berani lakukan perbaikan sendiri gunakan dana DD, apalagi itu jalan Kabupaten. Sementara masyarakat banyak yang tidak paham, jalan yang mana yang jadi kewenangan desa dan kewenangan Kabupaten”, ungkapnya.

Terlebih kata Lulut dengan adanya efisiensi anggaran, semakin membuat Pemerintah Desa tidak bisa berbuat apa-apa soal infrastruktur. Pasalnya Kepala Desa saat ini tidak bisa menuruti aspirasi masyarakatnya yang berkenaan dengan infrastruktur. Pemangkasan anggaran DD juga ADD kali ini kata Lulut, benar-benar dirasakan. Masa pandemi Covid 19 terjadi revocusing anggaran, tetapi Pemerintah Desa masih bisa laksanakan program Pemerintah juga tidak pengaruh pada siltap.

Akhiri penyampaiannya Kades Lulut menyampaikan harapannya kepada Pemkab Banyuwangi. Untuk infrastruktur jalan Kabupaten di desanya sedianya segera ada perbaikan. Menurutnya sudah terlalu lama masyarakatnya tidak menikmati infrastruktur jalan yang nyaman dilalui. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *