Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Semangat gotong royong warga Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, patut diacungi jempol.
Bermula dari keinginan memiliki ruang publik yang bermanfaat, kini mereka tengah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang juga akan dilengkapi fasilitas kolam pemancingan ikan. Jumat, 17 april 2026.
Menariknya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa. Gerakan ini yang diinisiasi oleh Faiq, seorang tokoh masyarakat setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Tambang Galian C Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran RTH ini diproyeksikan menjadi magnet ekonomi baru bagi warga sekitar.

Pengerjaan proyek ini dilakukan secara swadaya, di mana masyarakat bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan pikiran demi mewujudkan tempat rekreasi desa yang representatif. Selain sebagai sarana hiburan bagi para penghobi mancing, area ini nantinya akan ditata khusus untuk menampung para pelaku UMKM lokal.
Fokus utama dari pembangunan ini adalah pemberdayaan ekonomi, guna mendorong ekonomi akar rumput. Dengan adanya RTH, diharapkan para pedagang kecil dan pengusaha kuliner di Desa Bubuk memiliki wadah tetap untuk memasarkan produk mereka, sehingga perputaran uang tetap berada di lingkungan desa.
Sebagai inisiator, Faiq menekankan bahwa pembuatan RTH ni adalah bentuk pengabdianya kepada masyarakat.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Melalui pembangunan RTH dan pemancingan secara swadaya ini, tujuan utama saya bukan sekadar estetika desa, tapi bagaimana kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi teman-teman UMKM. Saya ingin warga punya wadah yang layak untuk mencari nafkah sekaligus menjadi tempat silaturahmi yang positif bagi masyarakat luas.”
Ia pun tidak ingin proyek ini hanya menjadi tren sesaat. Ia memproyeksikan RTH di Dusun Warengan ini sebagai prototipe pembangunan desa berbasis kemandirian. Harapannya, sektor pariwisata mikro ini bisa menjadi penyumbang kesejahteraan yang berkelanjutan bagi warga Desa Bubuk.
“Harapan saya ke depan, RTH ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Dusun Warengan saja, tapi bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Saya bermimpi tempat ini menjadi pusat kegiatan positif di mana ekonomi kreatif tumbuh, lingkungan tetap terjaga hijau, dan yang paling penting, bisa menginspirasi wilayah lain bahwa pembangunan hebat itu bisa dimulai dari kerukunan dan swadaya masyarakat sendiri tanpa harus selalu bergantung pada bantuan luar.” Tutupnya. (ktb)






