KABAROPOSISI.NET|Madiun, – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumbermulyo di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mencatat produksi jagung sekitar 270 ton dalam satu musim panen. Capaian tersebut dihasilkan oleh sekitar 200 petani yang tergabung dalam sembilan kelompok tani melalui penguatan kelembagaan sejak Gapoktan berdiri pada 2021.
Penguatan kelembagaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani, penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, serta penguatan akses pemasaran hasil panen sebagai bagian dari dukungan pemerintah di sektor pertanian (05/08/26).
Ketua Gapoktan Sumbermulyo, Sarno (53), mengatakan petani di Desa Sumberbendo menerapkan pola tanam jagung hingga dua kali dalam setahun. Pemilihan benih dilakukan berdasarkan kondisi lahan, musim tanam, serta hasil evaluasi dan diskusi antar petani.
“Pemilihan benih dilakukan berdasarkan pengalaman petani dan hasil diskusi bersama. Kami saling berbagi informasi mengenai varietas yang paling sesuai agar hasil panen lebih optimal,” ujar Sarno.
Selain mendampingi kegiatan budidaya, Gapoktan juga memfasilitasi penyediaan sarana produksi dan membantu pemasaran hasil panen melalui sekitar 10 mitra pembeli lokal.
Menurut Sarno, regenerasi petani menjadi salah satu perhatian Gapoktan dalam menjaga keberlanjutan usaha tani. Keterlibatan generasi muda dinilai penting agar pengelolaan lahan pertanian tetap berlanjut.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai banyak anak muda yang kembali bertani. Harapan kami, semakin banyak generasi muda yang mau terjun ke pertanian agar pengelolaan lahan dapat terus berlanjut dan hasil pertanian tetap terjaga,” kata Sarno. (Red/03)






