Soal Rekruetmen Panwascam, Michael :  Jangan Lukai Hati Rakyat dan Jangan Ciderai Demokrasi.

MICHAEL EDY HARIYANTO.SH Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi sekaligus Pimpinan DPRD Banyuwangi.

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Berapa hari terakhir santer pemberitaan di media online isu dugaan aadanya kecurangan dalam rekruetmen Panwascam oleh oknum Bawaslu. Bergulir juga informasi dugaan adanya pengondisian/titipan pihak-pihak tertentu agar orang-orangnya masuk sebagai Panwascam.

Menanggapi kejadian yang beredar di media dan menarik perhatian publik itu, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH awali dengan mengatakan,

” Saya tidak percaya kalau oknum di Bawaslu akan melakukan hal itu, kenapa saya katakan tidak percaya, bayangkan saja oknum yang tugasnya di Bawaslu apa, hayo coba, Pengawas Pemilu kan, tugas yang ditakuti oleh peserta Pemilu masak iya akan lakukan itu “, kata Michael seolah tidak percaya Jumat 28/10/2022.

Sebelum melanjutkan sempat terlihat diam sejenak dengan mimik wajah sedikit keheran-heranan setelah habis baca beberapa berita online di Hp nya. Setelah itu Michael kembali gubris awak media yang sedang menunggu tanggapan selanjutnya, yang akhirnya Michael bersuara juga,

” Kalau saya baca berita-berita ini kayaknya serius masalah ini, tapi kalau ternyata dugaan kecurangan, pengondisian, atau titipan untuk masuk sebagai Panwascam itu benar-benar terjadi dilakukan, maka saya sebagai Ketua Partai sangat menyayangkan dan saya katakan tolong jangan lukai hati rakyat dan jangan ciderai demokrasi, jujurlah kepada rakyat jangan buat marah rakyat, kalau boleh saya katakan kemarahan rakyat akan mengundang kemarahan Allah SWT juga dan pasti saya yakin itu, buktinya sekarang ramai “, ungkapnya menyayangkan sekali.

Ketika dimintai penjelasan apa yang dimaksut melukai hati rakyat dan ciderai demokrasi sampaikan argumennya,

” Begini, Pemilu adalah pestanya rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di negara kita ini, yang mana rakyat akan menggunakan kekuasaannya untuk menentukan atau memilih siapa yang pantas diberi kepercayaan di eksekutif juga di legeslatif, dan untuk itu semua pilihannya adalah proses demokrasi yang kita akui dan kita jalankan bersama sampai sekarang ini. Kemudian dalam pelaksanaannya oleh KPU dan untuk menjamin proses demokrasi berjalan jujur dan adil dibuatlah yang namanya Bawaslu mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan Panwascam kepanjangan tangannya di tingkat Kecamatan. Tapi kalau kecurangan sudah dibangun apalagi oleh pihak yang harus mengawasi terjadinya kecurangan, apa menjamin bahwa Pemilu nanti tidak akan ada kecurangan..? Sementara rakyat tidak menghendaki hal itu apakah ini tidak melukai hati rakyat dan memciderai demokrasi namanya “, argumennya.

Diakhir tanggapannya Michael berharap seleksi rekruetmen Panwascam diulang dan digelar secara terbuka, sterilkan dari orang-orang titipan partai apapun biar terjamin independesinya. Ketika steril dari orang-orang titipan partai maka ketika dalam Pemilu ada temuan dan pelaporan adanya pelanggaran atau kecurangan, baik Bawaslu maupun Panwascam akan netral dan adil tidak ada yang mengintervensi. (R35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *