Tragedi KMP Tunu Pratama Tenggelam Banyak Korban, Anggota DPRD Fraksi Demokrat Yuliawan Angkat Bicara.

Yuliawan Bambang Sukiyanto : Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi Demokrat sekaigus wakil ketua Komisi 4.

Kabaroppsisi.net.|BANYUWANGI – Peristiwa memilukan yang menimpa keluarga korban akibat dari insident tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali beberapa hari lalu. Mengharuskan anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Demokrat Yuliawan Bambang Sukiyanto angkat bicara.

Melalui media anggota dewan yang akrab dengan nama panggilan Yuliawan ini mengatakan, Pemerintah harus bersikap terhadap tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Ke depan harus ada perhatian khusus bagi Dinas Perhubungan Banyuwangi. Karena menyangkut nyawa orang dilakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap Kapal-Kapal penumpang. Apakah terkait kelayakan, kenyamanan, keselamatan, juga kapasitas muatan agar tidak terjadi over.

Bacaan Lainnya

Setiap Kapal penumpang dipastikan menyampaikan informasi secara dini terkait kondisi cuaca di perairan laut yang akan dilalui. Sehingga atas dasar informasi itulah setidaknya calon penumpang punya inisiatif sendiri bila terjadi sesuatu di perjalanan.

Lalu Yuliawan juga soroti soal kesiapan baju pelampung, yang mana ketika terdeteksi situasi darurat. Sebagai bentuk kesiagaan, ABK segera lakukan pembagian baju pelampung kepada penumpang. Termasuk woro-woro kepada penumpang yang ada di dalam mobil agar segera keluar melalui jalur evakuasi yang ada dalam Kapal.

Masih kata Wawan, upaya-upaya pencegahan harus lebih ditingkatkan lagi, persiapan adanya bantuan ketika ada kendala dalam dunia penyebrangan harus dievaluasi. Yuliawan berharap jangan sampai ada korban lagi dalam dunia penyebrangan khusunya di Ketapang Gilimanuk.

Yuliawan berpendapat, bahwa yang terjadi pada KMP Tunu Pratama Jaya diduga karena lambannya bantuan. Sehingga mengakibatkan banyaknya korban, yang mana seharusnya itu tidak terjadi, karena jarak antara Ketapang dengan Gilimanuk relatif pendek.

“Ini menyangkut nyawa orang, mestinya para pihak yang berkompeten di Perhubungan berguru dari setiap kejadian sebelumnya. Apa yang kurang, apa yang salah, apa yang harus ditambah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan resiko korban nyawa”, ungkapnya.

Mungkin Yuliawan kurang lebihnya menganggap bahwa Banyuwangi saat ini sedang kondisi berduka. Sehingga terpikirkan untuk meminta kegiatan tahunan Banyuwangi Etnik Carnival (BEC) ditunda pelaksanaannya.

“Seharusnya di tengah situasi duka yang sudah jadi isu nasional, Banyuwangi harusnya mementingkan agenda yang lebih terhormat. Yaitu memastikan korban kecelakaan laut ditemukan semua, dan memastikan keluarga korban mendapatkan hak-haknya. Acara BEC yang merupakan agenda tahunan seyogyanya untuk ditunda beberapa waktu, setelah kondisi duka keluarga korban mereda”, pungkas dan pintanya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. (Ktb).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *