Kabaroposisi.net | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045.
Program tersebut diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam pelaksanaannya, Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lembu Suro Kawedanan menjadi salah satu penerima manfaat Program MBG dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Hal tersebut dijelaskan Kepala Sekolah SMAN 1 Lembu Suro Kawedanan Magetan, Dasar Darminto, S.Pd,. M.Pd saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/11/2025)
“Program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut sudah sampai ke SMAN 1 Lembu Suro Kawedanan, yang mana dihari pertama ini SMAN 1 Lembu Suro menerima paket sebanyak 1.040 porsi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dasar Darminto menuturkan bahwa hari ini merupakan perdana SMAN 1 Lembu Suro menerima program MBG tersebut.
“Dengan adanya program MBG ini tentunya sangat bermanfaat bagi siswa/siswi di SMAN 1 Lembu Suro Kawedanan, dan semoga program ini terus berkelanjutan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Tujuan utama dari Program MBG adalah untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
“Tentunya dengan Program MBG ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa/siswi melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Diharapkan dengan program ini dapat mendukung konsentrasi siswa dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan belajar, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” akhirnya. (Pri⁹⁹)






