KABAROPOSISI.NET|Tulungagung – Guna meningkatkan standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar sosialisasi manajemen risiko 2026. Bertempat di Ruang Auditorium IDIK lantai 2, acara yang digelar pada Selasa (13/1/2026) ini dihadiri oleh puluhan Person In Charge (PIC) dari berbagai unit kerja RSUD dr. Iskak.
Acara pun dibuka oleh Ketua Komite Mutu RSUD Dr. Iskak, drg. Dony Cahya Firmansya, Sp.KG. Dalam sambutannya, drg. Dony menekankan kepada para peserta sosialisasi pentingnya pemahaman manajemen resiko sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan yang aman bagi pasien, pengunjung rumah sakit, dan petugas itu sendiri.
“Manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan strategi untuk melindungi rumah sakit dari potensi kerugian melalui identifikasi dan pengelolaan risiko yang terukur menggunakan sumber daya yang kita miliki,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi data risk register tahun 2025, tercatat sebanyak 149 risiko dari berbagai kategori. Mulai dari klinis, operasional, hingga startegis. Namun, angka kepatuhan unit dalam melakukan evauasi pada aplikasi SIM Manrisk masih berada dibawah 50 persen.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyegarkan kembali pemahaman para petugas agar tidak terjadi kendala saat penginputan data di aplikasi SIM Manrisk, mengingat proses evaluasi ini dilakukan secara berkala,” tambahnya.
Tak hanya penguatan internal, pada sosialisasi kali ini, peserta juga dibekali materi-materi penunjang. Seperti, Overview Kategori Risiko yang disampaikan, pemanfaatan teknologi AI dalam Manajemen Risiko, dan praktek pengisian aplikasi SIM Manrisk.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh unit kerja yang ada di RSUD Dr.Iskak mampu menyusun daftar risiko secara mandiri dan akurat. Langkah ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi rumah sakit rujukan dan pendidikan yang humanis serta berstandar internasional.(Hanik)






