Hari Buruh Jadi Momentum Ajakan Berkarya dan Berdikari

KABAROPOSISI.NET|Blora, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini dimaknai lebih luas. Tidak hanya sebagai momentum menyuarakan tuntutan kesejahteraan pekerja, tetapi juga sebagai ajakan untuk membangun kemandirian melalui karya dan usaha.

Aktivis dari NGO Rumah Karya, Agus Ariyanto, dalam refleksinya menyampaikan bahwa masyarakat perlu mulai melihat peluang di luar jalur kerja konvensional. Menurutnya, menjadi buruh atau karyawan bukan satu-satunya pilihan dalam meraih penghidupan yang layak.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat perlu didorong untuk berkarya agar bisa berdikari dan merdeka. Tidak harus selalu bergantung menjadi buruh atau karyawan,” ujarnya.

Ia menilai, dinamika dunia kerja saat ini menuntut keberanian untuk berinovasi. Keterampilan, kreativitas, serta kemauan memulai usaha menjadi faktor penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang terbatas. Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya membangun pola pikir mandiri sejak dini.

“Buruh tetap penting dan terhormat. Namun, kita juga harus membuka jalan lain, menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat turut hadir dan menyambut baik gagasan yang disampaikan. Diskusi yang berlangsung menyoroti sejumlah hal penting, seperti perlunya pelatihan keterampilan, kemudahan akses permodalan, serta dukungan komunitas dalam mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Peringatan May Day di Blora kali ini menjadi refleksi bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya berkaitan dengan hak untuk bekerja, tetapi juga kebebasan untuk berkarya, menentukan masa depan, dan berdiri di atas kaki sendiri.

Dengan semangat tersebut, Hari Buruh diharapkan menjadi titik awal perubahan pola pikir—dari sekadar bertahan, menuju masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri melalui karya. (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *