Kabaroposisi.net.| BANYUWWANG – Sebagaimana pemberitaan sebelumnya di media yang sama (kabaroposisi.net), bahwa jembatan akses vital masyarakat di Desa Bayu Kecamatan Songgon mengalami ambrol. Diketahui bahwa jembatan yang mengalami ambrol separo badan jalan itu, menghubungkan Dusun Sambungrejo dengan Dusun Bayurejo dan tempat wisata bersejarah Rowo Bayu.
Sebagaimana disampaikan oleh Ir. Yulia Herlina (Kepala Desa Bayu) pada pemberitaan sebelumnya, bahwa dengan ambrolnya jembatan tersebut. Aktivitas ekonomi masyarakat di desanya sangat terganggu bahkan menimbulkan kost oprasional bertambah. Terutama bagi warga yang keluar masuk angkut hasil panen, harus di langsir menggunakan jasa ojek sepeda motor karena Truck tidak bisa masuk.
Dari peristiwa ambrolnya jembatan hingga pada dilansirnya berita ini ada sekira satu bulanan lebih, belum ada tanda-tanda jembatan tersebut alan dilakukan perbaikan. Salah satu tokoh masyarakat setempat Minggu 11 Januari 2026 menyampaikan keluhannya melalui media, berharap jembatan tersebut segera ada pebaikan.
“Kami selaku warga terbagi perhatian selain berfikir tentang nasib diri sendiri, juga berfikir tentang keselamatan warga yang lain mas. Kami bergantian mengawasi warga atau kendaraan yang hendak lewat di jembatan ini karena sangat bahaya mas. Kami mohon kepada Pemerintah untuk segera perbaiki jembatan ini, karena jalan ini bisa putus total bila tidak segera ditangani mas”, ungkapnya penuh harap.
Berikut awak media mintai keterangan Kepala Desa Bayu Ir. Yulia Herlina alias Lilik, tentang sejauh mana upaya Pemerintah Desa meneruskan aspirasi warganya itu. Merespon konfirmasi awak media Kades Bayu yang akrab dengan panggilan nama Lilik itu, mengaku sudah buat pengajuan proposal ke Pemkab Banyuwangi.
Lanjut Lilik kembali menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait kondisi jembatan tersebut.
“Mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Harapan kami Pemerintah Kabupaten dapat segera merealisasikan pembangunan sesuai yang telah disampaikan sebelumnya. Pemerintah Desa siap mendukung dan memfasilitasi proses di lapangan agar penanganan dapat segera dilakukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga”, pungkasnya. (r35).






