Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Suara ayat-ayat Al-Qur’an menggema dari Musholla Sabilul Jannah Polsek Singojuruh Senin 13 Juli 2026 dalam rangka Khataman Al-Qur’an. Pantauan media, kegiatan Khataman Al-Qur’an diwarnai dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim. Diketahui bahwa kegiatan Khataman Al-Qur’an merupakan program yang dicanangkan oleh Polresta Banyuwangi.
Dikutip dari sumber lain, program Khataman Al-Qur’an merupakan komitmen Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. Dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, profesional dalam tugas, berbekal keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Dengan harapan personil Polri mendapatkan keberkahan dan keselamatan dalam tugas melayani masyarakat.
KH. Mudzakir (Koordinator Tim Jam’iyah Khotmil Quran), mengapresiasi Polsek Singojuruh yang disebutnya hiasi Khataman Al-Qur’an dengan menyantuni anak yatim. Dalam tauziah singkatnya, KH. Mudzakir memberi pencerahan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an. Disebutnya pahala membaca Al-Qur’an besar namun jangan berkeinginan untuk menghitung seberapa besar pahalanya.
Mengkhatamkan Al-Qur’an bisa mengundang turunnya rahmat Allah SWT, turunnya pengampunan, dan doanya diamini oleh ribuan Malaikat. Membaca Al-Qur’an pahalanya bukan hanya didapat oleh mereka yang membacanya, tapi yang mendengarkan bahkan yang memfasilitasi mendapatkan pahala juga. Doa yang dipanjatkan setelah khatam Al-Qur’an sangat diijabah oleh Allah SWT.
Berikut soal menyantuni anak yatim kata KH. Mudzakir mendatangkan berbagai hikmah dan manfaat, di antaranya mendapat jaminan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga. Digambarkan kedekatannya dengamanfaa di surga, ibarat kedekatan jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.
Menyantuni anak yatim tidak harus dilakukan pada setiap bulan Muharam saja, akan lebih baik bila menyantuni anak yatim dilakukan sewaktu-waktu. Santunan diberikan kepada anak yatim bukan karena miskin harta, melainkan karena tidak mempunyai orang tua miskin kasih sayang. Disarankan oleh KH. Mudzakir, agar dalam menyantuni anak yatim mendapat pahala, jangan karena ada sesuatu yang diharapkan dari Allah SWT.
Disebutkan juga seorang ibu bisa menuju surga tanpa halangan apapun, salah satunya adalah karena dia mampu merawat dan memelihara anak yatim menjadi anak yang sholeh/sholeha. Di akhir tauziahnya, KH. Mudzakir berdoa semoga dengan diadakannnya Khataman Al-Qur’an dan menyantuni anak yatim. Polsek Singojuruh senantiasa dalam petunjuk dan lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas melayani masyarakat dan pengabdiannya pada negara.
Sementara Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH, dalam penyampaiannya mengatakan. Bahwa kegiatan Khataman Al-Qur’an itu dilaksanakan agar Polri dalam hal ini Polresta Banyuwangi diberi kemampuan dan perlindungan. Dalam menjalankan tugas melayani, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Pemberian santunan pada anak yatim dimaksutkan sebagai edukasi moral, agar tumbuh subur rasa kepedulian terhadap sesama terutama pada anak yatim. (r35).






